Airmata tidak dapat ditahan lagi. Mendung hari itu seolah membawa berita sugul dari Bumi Matahari Terbit. Setiap baris yang dibaca di dada akhbar menghiris kalbu. Bagaimana mereka yang kukenali di sana agaknya... Pensyarah-pensyarahku, rakan-rakanku, keluarga angkatku dan semuanya yang kusayangi.
Terbayang bumi indah "Midori no Machi" Sendai Shi. Keamanan dan kedamaian di bumi itu masih segar dalam ingatan. Tak sanggup rasanya menggambarkan keadaannya sekarang.
Berjalan di Aoba Douri, Gozenji Douri, Hirose Douri...... dengan lagu "Koujo no Tsuki" mengiringi setiap langkah kaki... berbasikal di sepanjang Hirose Gawa juga amat mendamaikan. Apatah lagi tatkala "Sakura ga Mankai" di musim bunga dan suasana "Imonikai" di musim luruh.... Meriahnya "Aoba Matsuri" dengan warna-warni origami hiasan "Tanabata" dan nikmatnya "Yaki imo" di musim dingin sambil menyaksi "hikari pegeon". Salju yang turun terasa hangat di sanubari.... segalanya memutik cinta di hati.
Semua kenangan itu terimbas satu persatu dan berita "jishin" dan "tsunami"11 Mac 2011 benar-benar meruntun hati. Sambil menyapu airmata yang tumpah, rindu dan cintaku kepada Sendai kembali hangat.......

No comments:
Post a Comment